All posts filed under: hikmah kehidupan

Ceritakan kepadaku 

Ceritakan padaku Wahai pasir, gunung batu, negeri tandus Kau sudah di sana ribuan tahun Dalam sebuah wilayah yang disebut Makkah dan Madinah Ceritakan padaku Siapa saja yang telah melewatimu seribu lima ratusan tahun yang lalu? Aku hanya diceritakan guru-guruku, orang tuaku, para da’i tentang manusia agung yang pernah melewatimu Muhammad Rasulullah Seorang manusia yang tidak satupun mencela akhlaknya Yang datang untuk memperbaiki akhlak manusia Untuk menjadi rahmat seluruh alam Yang musuhnya tidak menyukai apa yang diajarkan Namun masih mencintai keagungan akhlaknya Ceritakan padaku Wahai pasir Bagaimana rupanya beliau Apakah wajahnya teduh? Apakah pandangannya menyejukkan? Apakah tutur katanya santun? Bagaimana juga rupa para sahabat dan para pengikutnya jaman dahulu Yang dikabarkan sebagai sebaik-baiknya generasi Kami ingin tahu Ah beruntungnya kau pasir pernah melihatnya Wahai gunung batu Kau saksi keberanian kecerdasan dan keberaniannya Katakan padaku kisah-kisah heroik kejayaan Islam Kisah kekuasaan untuk keadilan dan kebaikan seluruh umat muslim maupun non muslim Wahai negeri tandus yang terberkahi Kami datang memenuhi panggilan Tuhan yang menyuruh Nabi Ibrahim yang memanggil umat untuk mengunjungi Baitullah Kami datang dari negeri-negeri yang jauh …

Ibu hebat 

   Ibu hebat…. Imam Ahmad menceritakan bagaimana cara ibunya mendidik dan mengajarinya. Beliau berkata “Ibuku selalu membangunkanku sebelum subuh dan jarak waktu ke Subuh itu tidak lah terlalu dekat, lalu dia menghantarkan air untukku di musim dingin, memakaikanku pakaian, dan kami shalat sesuka kami, shalat tahajjud. Setelah itu kami berangkat ke masjid dan ibuku mengenakan khimar untuk menutupi wajahnya”. Karena jalan yang ditempuh waktu itu cukup jauh dan juga gelap, maka ibunya melakukan ini agar dapat mengajak putranya shalat subuh di mesjid. Umur Imam Ahmad pada saat itu masih sekitar sepuluh tahun. Lalu ibunya tetap menungguinya sampai pertengahan siang, yakni menunggu sampai putranya selesai belajar dan menghapal AlQur’an di masjid.  Imam Ahmad berkata, ketika usiaku telah mencapai lima belas tahun, ibuku berkata “Pergilah melakukan perjalanan untuk menuntut hadits, karena sesungguhnya perjalanan menuntut hadits itu adalah hijrah di jalan Allah” Lalu sang ibu menyiapkan perbekalan untuk perjalanan putranya berupa beberapa potong roti dan beberapa kebutuhan lainnya dlm perjalanan.  Kemudian dia berkata “Sesungguhnya jika Allah dititipi sesuatu maka Dia menjaganya. Maka aku menitipkanmu kepada Allah yang tidak akan …

kapan kita harus berlari dan kapan kita harus berjalan ?? 

   Berlari atau Cukup Berjalan Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya 1.      Berdzikir (Sholat): perintahnya adalah “Berlarilah!” “Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah: 9) 2.      Melakukan Kebaikan: perintahnya adalah “Berlombalah!” “Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah: 148) 3.      Meraih Ampunan: perintahnya adalah “Bersegeralah!” “Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…”(QS. Ali Imron: 133) 4.      Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!” “Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat: 50) 5.      Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah!” “Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15) Semestinya kita memahami, kapan kita perlu berlari, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan cukup berjalan saja Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena berlari mengejar dunia. Ya Allah, bimbinglah kami…!

Saatnya Iri Dengan keluarga Zubair 

Belajar dari Keluarga Zubair 🌷 By. Ust. Asep Sobari Kajian dibuka dg pertanyaan, Siapakah Zubair bin Awwam? Mengapa keluarga Zubair yg layak menjadi contoh? Bagaimana pola pendidikan Zubair hingga menjadi sosok teladan? Zubair bin Awwam adalah termasuk salah satu dari 10 sahabat Utama yg dijamin masuk surga oleh Allah. Termasuk assabiqunal awwalun. Masuk Islam di usia 16 tahun, dan memiliki kedudukan yg khusus di hati Rasulullah. Zubair bin Awwam, dikenal oleh penduduk bumi juga oleh penduduk langit. Inilah yg menjadi inti tujuan utama dalam mendidik generasi, terkenal di langit dan di bumi. Ketika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan memanggil malaikat Jibril. “Wahai Jibril, Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.” Maka Jibril pun mencintai fulan Dan mengumumkan kpd penghuni langit agar juga mencintai fulan. Inilah inti dari terkenal di antara penduduk langit, menjadi org yg dicintai Allah. Inilah tujuan kita mendidik anak, menjadi terkenal di antara penduduk langit, lebih baik jika juga terkenal di bumi. Sekarang kita berkenalan lebih jauh dg keluarga Zubair. ekarang kita berkenalan lebih jauh dg keluarga Zubair. Siapakah orang tua Zubair? …

antara cinta dan nasehat 

   Antara CINTA dan NASEHAT Rasulullah saw berpesan kepada kita agar mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri…. bahkan cinta ini merupakan salah satu indikator atau tanda keimanan seseorang… artinya, jika tak ada cinta, maka imannya tak sempurna… عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه [رواه البخاري ومسلم] Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (Riwayat Bukhori dan Muslim) disisi lain….Rasul menegaskan bahwa agama ini adalah nasehat…. artinya bahwa setiap muslim berhak dan wajib menerima dan memberi nasehat.. عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa …