Menggeser 1 Syawal menjadi 27 Ramadhan
Menggeser 1 Syawal menjadi 27 Ramadhan
Menggeser 1 Syawal Menjadi 27 Romadhon
Tradisi keluarga kita, umumnya menjadikan momentum idul fitri, 1 Syawal sebagai sarana berkumpul seluruh anggota keluarga besar.
Kenapa tidak digeser saja, diajukan jadwalnya. Bukan saat idul fitri 1 Syawal , tapi saat itikaf, misal tanggal 27 Romadhon.
Bayangkan perbedaan suasananya. Reunian keluarga besar tempatnya di masjid, saat itikaf, sambil tilawah, tahfidz, tausiyah, qiyamullail, sahur bareng, buka bareng, dan tentu saja obrolan ringan melepas kangen dan nostalgia.
Dibanding hanya setengah hari ketemu saat idul fitri, ketemu di gedung pertemuan, makan minum sebentar, ngobrol sebentar, nostalgia sebentar, habis itu bubar….
Bisa dijadikan alternatif, tradisi kumpul saat lebaran, diganti menjadi kumpul saat itikaf.
Kelak 50 tahun lagi anak cucu buyut sampai cicit si Fulan akan menerima ini
❤👪❤👬💚👭💚👪❤
UNDANGAN
I’TIKAFAN DAN HALAL BIHALAL
KELUARGA BESAR BANI FULAN
tanggal 26-27 Romadhon 1486 H
Tempat : Masjid Al Ikhlas Jogakarta
Imam qiyamullail : Ananda Ahmad
Tausiyah : mbah Kakung Fulan
Selamat mudik 🙂
