hikmah kehidupan, quran dan parenting
Leave a Comment

Adab guru dan murid 

Inspirasi Hari Ini:ADAB GURU DAN MURID 

Oleh ust abdullah azzam  

Mutiara hikmah surah Al-Qiyamah: 16-21.
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ . إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ . فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ . ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ . كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ . وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ
Artinya: “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.”
Di antara yang kita petik:
🌻 Adab guru dan murid dalam belajar, yakni jangan memotong pembicaraan guru. Biarkan sampai materi selesai, baru ajukan pertanyaan. Kadang apa yang akan ditanyakan itu juga akan dijelaskan, tapi di belakang. Bersabarlah.
🌷 Ilmu itu dari Allah, bukan dari guru. Sebagaimana dalam ayat di atas, Jibril hanya menyampaikan wahyu, tapi yang menjamin pemahaman dan ilmu ke dalam hati Nabi adalah Allah sendiri.

 

🌸 Bagi guru, sampaikan saja ilmu Anda sebaik mungkin. Bagi murid, dengarkan apa yang disampaikan guru dengan penuh perhatian. Biarlah Allah sendiri yang membuka pemahamannya kepada Anda. Itulah mengapa orang-orang yang satu angkatan di suatu almamater akhirnya lulus dengan membawa kadar ilmu yang berbeda-beda.
🌹 Yang membuat manusia gagal meraih ilmu di antaranya adalah sifat buru-buru, tergesa-gesa. Ia tidak mau sabar menunggu dan tenang berproses. Suka yang instan. Ilmu yang didapat instan, akan hilang secara instan juga. Tidak ada berkahnya.
🌼 Ibnu Umar belajar surah Al-Baqarah 8 tahun. Umar malah 12 tahun. Ketika selesai, Umar menggelar syukuran dengan menyembelih seekor unta. Mereka bukan hanya membaca hurufnya, tapi juga mendalami maknanya.
🌺 Harap diatur antara “target khatam” dengan “target faham”. Masing-masing ada tujuannya. Tidak perlu dipertentangkan.
🌴 Dalam ayat-ayat di atas, Allah menyebut manusia gemar yang ‘aajilah, tidak suka yang aakhiroh. Dalam terjemah, biasanya ‘aajilah disebut “kehidupan dunia”. Ini tafsirnya, bukan makna asalnya. Makna aslinya: yang cepat, yang segera, instan. Kebalikannya aakhiroh, yang diterjemahkan “kehidupan akhirat”. Ini juga tafsirnya, karena makna aslinya: yang akhir, yang belakangan, yang tidak segera datang. Begitulah, Allah memberitahu watak kita: tidak sabar, buru-buru, gemar yang cepat. Padahal ilmu itu diproses, bukan dijatuhkan seketika dari langit.
🍁 Dengan tahu watak kita, ini seperti tahu diagnosis suatu penyakit. Jadi lebih mudah menyusun resep pengobatannya. Allah memberitahu penyebab gagal dalam memahami Kitabullah, yakni buru-buru, mau cepat khatam, ingin segera hafal, padahal Nabi dan Sahabat saja butuh 23 tahun. Bukan cuma hafal, tapi juga paham. Ini yang mengundang berkah dan pertolongan Allah, berbuah surga. Hafal tapi tidak paham, mirip sifat kaum Khowarij. Mereka gemar baca Quran, tapi perbuatannya justru bertentangan dengan Quran.
Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s