Artikel
Leave a Comment

Pra workshop KERETA batch 2

Pra workshop desain pendidikan keluarga SLN batch 2 
Bab 1 

Mengapa ayah dan bunda merasa perlu untuk mengikuti workshop ini ? Bagaimana jika hadir sendirian ? 
Ririn : (ririn) seminar dan talkshow kita hanya mendengarkan materi teori, tapi talkshow suasananya mungkin lebih santai. Kalo workshop ga hanya teori tapi langsung praktek

Rizka

Alasan sy mengikuti workshop ini adalah 1. menyempurnakan konsep pendidikan anak melalui bimbingan dari para praktisi yg terlebih dahulu telah memiliki konsep pendidikan dan telah mempraktekannya. 2. Mendapat wawasan tambahan akan framework pendidikan anak.
Workshop berbeda karena peserta terlibat aktif dan melakulan praktek langsung. Sehingga harapannya, ilmu yg didapat lebih terinternalisasi.
Ririn : Oia alasan ingin ikut workshop… Kita yang menjadi orang tua di masa ini rata sudah punya konsep ingin mendidik anak seperti apa, ingin membentuk iklim seperti apa di dalam keluarga. tapi sering terputus hanya pada konsep, bingung bagaimana penjabarannya dalam aplikasi pendidikan anak sebenarnya, meraba2 yang akhirnya kadang melenceng dr konsep awal, dengan mengikuti workshop ini harapannya kelak mampu menjabarkan konsep yg ada di kepala menjadi sebuah run down yang jelas dan langkah yg terarah
Lina

1. Karena saya butuh teman disini (warga baru di Jogja), jujur banget yak….πŸ™ˆ, selain itu ingin menambah wawasan tentang pendidikan keluarga.
Yani : ikut toss jugaπŸ–πŸΎ

1. Karena saya butuh teman disini (warga baru di purworejo), jujur banget yak….πŸ™ˆ, selain itu ingin menambah wawasan tentang pendidikan keluarga. (2).
2. PR banget buat saya

menyelaraskan pola asuh dan pola pendidikan antara saya, suami dan keluarga.
Kiki : saya ikut workshop ini :

Nambah teman,tmbh saudara,,tmbh ilmu,,dan bljr mnjd ortu yg bijak,,
Kiki : 

Alasan saya ikut workshop ini :

Nambah teman,tmbh saudara,,tmbh ilmu,,dan bljr mnjd ortu yg bijak,,
Yani ;

1. menyemplungkan nomer suami ke sini

2. cerita apa yg di dapat ketika workshop nanti.
Rizka : 

Presentasi ke suami – rapat – action – rapat 😁
Hera. 

Alasan saya ingin belajar langsung dari para pendidik anak.
Lina : Hmmm…πŸ€” tentu kita membutuhkan sbh kegiatan bersama pasangan yg tujuannya untuk *menyamakan frekuensi*itu.

 Banyakin ngobrol, berkegiatan bareng, dan sama2 curah gagasan mau dibawa pernikahan dan pendidikan anak2 kita ini. Buat vismis yg jelas dan dipahami bersama, susun aneka pencapaian apa yg diinginkan dlm sbh keluarga dgn memenuhi kaidah SMART (spesifik measurable achievable relevan timebond )
Ririn : Langkah pertama : saya cemplungkan di mariπŸ˜€ 

Trusti

Kami sedang belajar.. belajar bagaimana cara mendidik anak, supaya tidak salah.. untuk itu kami bergabung.. salam kenal ayah bunda.. πŸ˜ŠπŸ™πŸ» semoga kami mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi.. aamiin yra.. 
Bab 2

Putra putri yang seperti apakah yang ayah bunda harapkan ? 
Uul : putra putri yg bisa bawa kami ortunya ke surga #klise bgt ya# tp itu yg kepikir e. Buat bisa mewujudkan itu, gmn caranya? Sdgkan kami masi jauh sekali dr yg dibilang orangtua teladan. Karenanya (nyambung ke pertanyaan1 td). Kami mau belajar jd ortu yg lbh baik lg. Belajar menggali apa yg sbenarnya kami inginkan untuk anak2 kami ke depan. Karena jujur saja, masi ngawang2. Bukan blas g ad target, tp masi bingung pake jln yg mana πŸ˜… nyanbung g y sama pertanyaannya ini
Kiki

Pnya akhlak yg baik,,mandiri,percaya diri,disiplin,tangguh dalam berjuang,,bnyk bngt sbnrny bun kl mau lbh spesifik lg,,
ririn : putri2 yang Sholihah, Cerdas dan tangguh, menjadi wiraswasta, dan nyata kebermanfaatannya bagi kemaslahatan umat (peka, berempati, dan mau bergerak)
Rizka

Shalih dan bermanfaat untuk ummat
Hera

Yang saya inginkan adalah mempunyai putri yang layak mendampingi suami yg sholeh
Umi

Klo bicara yg saya inginkan, akan banyak nafsu yg berperan, ujung2nya adalah pemaksaan (outside in); jadi apa yg Allah inginkan aja lah..😁
Ririn : setuju… tapi membuat harapan dan ikhtiar merealisasikannya penting juga. krn kita juga sedang mengusahakan agar anak2 kita bisa jadi seperti yang dimau Allah. Btw Bun umi, kegiatan anak2nya selalu menginspirasi saya😊 apalagi yang ulat pisang itu, jadi ide sesuatu😊
Trusti : tentunya, sholeh dan sholehah.. cerdas intelektual dan sosial.. 
Bab 3

pendidikan seperti apa yang ayah bunda terapkan untuk memperoleh putra putri sesuia harapan diatas ?
Rizka

Sementara br mengkategorikan : pendidikan ruhiyah+adab, pendidikan jasmani, pendidikan intelektual.
Umi : 

Pendidikan Berbasis Fitrah 😊
Kiki :

Sy tdk tahu ap istlhny bund πŸ˜…,,intny pnddkn yg brusaha mnghrgai hak2 anak,,terbuka dngn ank,mnjd tmnny,,mnjdi pndngrny,,,
Kiki : Slm ini mmng g prnh mrnungkan prtnyaan2 td,,ngalir ngalor ngidul,,he,,bgt d tny,,agk brt jg mkrny,,πŸ˜‚ 
Rizka : 

Ngalor ngidul ngetan ngulon kadang terjadi sebagai suatu proses, asal sdh terpancang visi misi, sehingga prosesnya sebagai bentuk konsekuemsi. Yang penting asal ga lelah aja sih krn harus “berjalan ke semua mata angin” πŸ˜‚πŸ˜‚

#curhat 
Kiki : Sebaikny hrs ad planning,konsep,,
Hera

Saya masih belum tau apa yang paling baik saya lakukan dalam mendidik anak saya.

Kadang saya juga bertanya pada sosok yang saya yakini mampu memberi jawaban, (bunda Umi salah satunya πŸ€—) Takut terlalu tinggi menuntut. Makanya saya berharap disini bisa memantapkan arah mana anak2 saya harus saya tuntun.
Trusti : 

Memberi contoh, memberi informasi, dan saling diskusi.. 

Bab 4 

Bagaimanakah ayah bunda berbagi peran dlm mendidik anak ? 
Rizka

Berbagi peran sejauh ini brbagi dlm aktivitas mengurus anak, misal nyuapi, memandikan. Lalu masak, beberes rumah. Mengajak ke masjid dll.

Harapannya:

1. Suami bisa memegang salah satu aktivitas pendidikan dalam rumah. Misal liqoat saat selesai sholat shubuh/bada isya. Biasanya waktu2 ini adalah waktu untuk bercerita, telling

2. Suami istri sama2 selaras dalam belajar, tdk ada yg terlalu jauh, sehingga yg lain jauh tertinggal di belakang krn efeknya pendidikan di runah jadi timpang
Trusti 

Suami saya membuat pola pendidikan anak.. 

Kami bagi tugas.. tapi yaa baru kegiatan sederhana sehari-hari.. dan sepertinya masih perlu banyak pembenahan.. 😁
Bab 5 Apakah pondasi dasar dlm Pendidikan anak anak ayah bunda sekalian ?
ririn : kalo bicara pondasi, sebisa mungkin kita menjadikan agama sebagai pijakan. wlpn kedua orang tua belum bisa dijadikan teladan yang benar2 baik dalam soal agama, tapi saya selalu berusaha tekankan “Alah melihat lho, Allah mendengar, Allah suka, Allah tidak suka”
Nila

Kami berusaha berpegang pd Quran-hadits-dan amal dakwah yg dikerjakan Rasul beserta para sahabat, sbg asas dasar pendidikan di rumah kami. Utk hal2 yang bersifat tambahan, kami kdg mengadopsi berbagai ilmu dan kdg mengimprovisasi juga selama tidak keluar dari asas dasar..
Umi

Fondasinya Qur’an & Sunnah
Trusti 

Al Qu’ran tentunya.. 

Tapi karena saya pribadi masih dangkal ilmunya.. kadang2 saya pakai ilmu batin.. hee.. sekiranya baik, dilaksanakan.. kalau tidak baik ditinggalkan.. 
Rizka

5. Pondasi dasar adalah Al Quran dan hadits. Itu yg mendasari 3 kategori pendidikan di rumah. Selanjutnya rujukan yg lain tentu diperlukan asalkan, tetap dalam koridor pedoman utama.
Baik ayah bunda sekalian .. 
Bab 6 ini berupa homework .. Silahkan dikerjakan — didiskusikan — direnungkan — hingga besok siap untuk sharing :: 
Sebagaimana kita ketahui bahwa keberadaan Di muka bumi ini adalah sebagai hamba Allah Dan sebagai wakil allah /khalifatullah .. Itulah tugas mulia dari allah untuk bangsa manusia , yg tdk 

Allah bebankan kpd makluk lainnya .. 

Naaah sekarang :: apakah yang menjadi misi spesifik / peran keluarga anda dlm menjalankan tugas mulia tersebut ? 
Sebuah peran yang diambil dari keunggulan dan potensi setiap anggota keluarga yang akan mendasari desain pendidikan keluarga . 
Sebuah peran yang termaktub dlm core mission keluarga Yg akan terwariskan dan menjadi keunggulan keluarga .. 
—- selamat berdiskusi dlm keluarga , welcome to SHARING LEARNING NETWORKING 

Komunitas KERETA : keluarga sekolah pertama. 
Saya undur diri .. Kurang lebihnya mohon maaf .. 
Wassalamu alaikum ..

  • Bunda rita 

Keluarga quran teladan 

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s