Artikel
Leave a Comment

Bagaimana ayah Bunda Berbagi peran pengasuhan ? 

📌 Pertanyaan #6
Sesuai dengan yg selama ini Ayah-Bunda praktikkan di rumah masing-masing, bagaimana cara Ayah&Bunda berbagi peran dalam mendidik anak? (Boleh disertakan contoh)
#6

Sebenernya masih harus ditata lagi klo dirumah kami,tp sdh ada pattern nya, untuk keagamaan lebih ke ayah (bunda kadang mengisi kekosongan) dan akademis,motorik dll lebih ke saya (ayah juga sih)..masih memakai teori siapa yg selo😬😬😬 ( dewi ) 
#6 visi tetap di ayah, tp pelaksanaan di bunda, didukung dg keteladanan dr ayah bunda (umi advian)
#6

Sejauh ini sih kami masih ‘mengalir’. Belum ada pembagian yg suami ini itu saya ini itu. Cuma utk momen tertentu biasanya misal pagi sbl suami ngantor dn saya membereskan pekerjaan domestik, saya minta suami yang menemani putri kami main. Karena setelahnya seharian dg saya. Kadang kalau suami ada acara wiken dn saya juga, suami mau mengajak putri kami ke acaranya dg cat acaranya mmg memungkin mengajak anak2, supaya saya jg bs menyelesaikan tugas saya.
Akhir2 ini putri kami juga senang ikut ayahnya ke masjid. Dan kami biarkan. Meski tidak wajib bagi perempuan, tp itu upaya kami agar dia mencintai masjid. Jadi ketika suami ngantor, dan sy memungkin sholat di masjid dg putri kami, aktivitas itu ttp sy lakukan
Oya jika salah satu dr kami sakit, terlihat sangat lelah dg aktivitas masing2, biasanya kami langsung otomatis mengambil peran yg lain utk menemani putri kami. Agar semuanya bisa berjln baik. (selly-zahron)
#6

Krn blm ada visi misi, desain keluarga yg disepakati pembagian peran masih sangat tentative dan saling support. Misalkan ayah sdg ada waktu drumah, maka ayah menjalankan perannya bersama anak2. Main, bercerita, menggendong, memandikan anak2, sampai menyuapi. (Dee)
#6

Ummi bagian menjelaskan teorinya, abi bagian mendampingi praktiknya.

Contoh : mas Ata, 3y, saya pahamkan bhw lakilaki wajib ke masjid. abinya yg lgsg mengajaknya jamaah di masjid. alhamdulillaah skrg tiap denger adzan lgsg berseru : abi,dah adzan ayo ke masjid ….

😊🕌🕌🕌
Suami sy dluar kota, jd tiap hr full dgn sy saja..waktu dgn Papanya cm via telpon aj, biasa sbelum tidur kami telpon2an dan si anak minta didongengin sampai bermenit2 . Alkhamdulillah, walo tdk bertemu langsung, anak sangat menikmati waktu yg terbatas tersebut dgn Papanya… Maulida 
#6

Abinya merancang dan merumuskan, membuat kurikulum, mengarahkan..

Saya menjalankan hasil rancangan tsb, proses nya sambil di evaluasi, kadang siapa yg.selo dia yg ambil.peran (Nita ) 
#6 untuk kesehariannya masih fleksibel antara ayah-mama.. Contoh kegiatan, yang pasti setiap hari kalau outdoor activity pagi sama ayahnya..sambil latihan sosialisasi sama tetangga,mengenal mapping lingkungan rumah,olahraga,transfer knowledge – sambil main sambil diceritain macem-macem.. Anak happy,pesan lebih bs masuk 🙂 (imot,Dany)
Klo saya siapa yg selo.klo tarbiyah (aqidah , Akhlaq ) lbh bnyak ke saya, swmi ngurusi kerjaan jd klo saya tdk bs menghandle baru ayahnya . Br bisa gabung dr td nmeni anak2 & ngrjain krjaan rmh 😁 ( nicke ) 
6. Belum diterapkan dan rencana akan selalu kerjasama dan disesuaikan dg peran masing2 misalnya ibu mengajarkan kasih syg, ayah mengajarkan kedisiplinan.. (dira)
#6

Krn abah sering keluar kota maka hampir semua kegiatan yg berhubungan dengan anak2 dilakukan dengan ambu (saya) 😁. 

Kami ( saya dan anak-anak) _*melaporkan*_apa yg kami kerjakan. Via tlp atau ketika abah pulang kerja.
#6 abah ibaratnya kepala sekolah, saya guru honorer. Kebijakan disepakati bersama tapi pendampingan harian lebih banyak dengan saya.
#6

Tdk ada pembagian yg jelas, hanya saling mengisi, meski terkadang jk ada sesuatu yg perlu diperbaiki pada anak, suami pendelegasian ke istri…

Misalnya :

Suami melihat anak2 tdk tanggap pekerjaan rumah, maka jika suami merasa anak perlu diajari bantu2… maka suami akan usul ke istri…
Hal teknis istri biasanya merampungi, kecuali saat2 ttt, dimana istri ada tugasSlain yg wajib dipenuhi, maka suami turun tangan, 

Hal2 non teknis, yg menyangkut pilihan sekolah,misal maka biasanya diskusi.

( april )
Komunitas KERETA 

Keluarga Sekolah pertama 

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s