hikmah kehidupan
Leave a Comment

humor Jumat : pembagian ayam 

  
Pembagian Ayam:

 

Abul Hasan berkata, aku mendengar seorang temanku bercerita: 

aku kedatangan seorang tamu dari desa (badui) lalu aku menjamunya. Kebetulan aku memiliki banyak ayam, seorang istri, dua anak laki2 dan 2 anak perempuan, lalu aku berkata pada istriku: 

“Segeralah panggang seekor ayam, lalu sajikan untuk makan siang kita”.

Ketika sudah waktunya makan siang, kami duduk bersama, aku, istriku, kedua anak laki2ku, kedua anak perempuanku dan sang tamu badui. 

lalu kami ajukan ayam itu padanya, dan berkata: 

“Silakan membaginya untuk kita” (sebenarnya kami ingin mengerjainya dan menertawakan cara pembagiannya)

dia menjawab: 

“aku tidak pintar membagi, tapi, jika kalian rela dengan pembagianku, aku akan membaginya untuk kalian”.

Kami menjawab: “Tentu saja kami rela”. 

Lalu ia mengambil kepala ayam dan memberikannya padaku sambil berkata: “kepala ayam untuk kepala keluarga”. dan memotong sayap ayam sambil berkata: “dua sayap untuk dua anak laki2”. lalu memotong paha sambil berkata: 

“kedua paha untuk kedua anak perempuan”. lalu memotong ekor ayam sambil berkata: “ekor untuk ibu”, terakhir ia mengambil dada ayam dan berkata: “sisa ayam untuk tamu”. lalu ia mengambil seluruh ayamnya dan mengerjai kami 😔.

.

Besoknya aku berkata pada istriku: “pangganglah untuk kita 5 ekor ayam”. dan ketika waktu makan datang, aku berkata pada tamu badui: “bagilah!”, 

dia menjawab: “kemarin kukira kalian marah atas pembagianku”.

kami berkata: “Tidak, kami sama sekali tidak marah”. 

Dia berkata: “kubagi secara genap atau ganjil?”

Kami menjawab: “bagilah secara ganjil saja!”

dia berkata: “kau + istrimu + seekor ayam = 3”. 

lalu dia memberikan padaku dan istriku seekor ayam. 

lalu berkata: “kedua anak laki2mu + seekor ayam = 3”.

lalu memberikan seekor ayam pada mereka.

“kedua anak perempuanmu + seekor ayam = 3”.

lalu memberikan seekor ayam pada mereka. 

lalu berkata: “aku + dua ekor ayam = 3”. 

lalu dia mengambil dua ekor ayam dan mengerjai kami lagi. 😔

.

Lalu ia melihat kami yang termangu melihat kedua ayam panggang bagiannya, ia berkata:

“Lihat apa kalian?, Pasti kalian tidak senang dengan cara pembagianku, kalau ganjil ya begini caranya, apakah kalian ingin dibagi secara genap?”

Kami langsung menjawab: “iya”.

lalu dia mengumpulkan kembali ayam-ayam itu, sambil berkata:

“kamu + kedua anak laki2mu + seekor ayam = 4”. 

lalu dia memberikan seekor ayam pada kami.

“ibu + dua anak perempuan + seekor ayam = 4”. 

lalu dia memberikan seekor ayam pada mereka.

“aku + 3 ekor ayam = 4”.

lalu dia mengambil 3 ayam panggang sisanya… lalu mengangkat tangannya ke langit sambil berucap:

“Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberiku pemahaman yang baik dalam membagi”…

😄😄😄
– disadur dari buku “Kitab al Hayawaan” karya Imam al Jaahidz 

Disadur oleh Afifudin Dimyathi Hq-xiv 

Diadaptasi dari tulisan Imam Al Jahidz, sastrawan Arab klasik… dalam buku beliau: Kitaab al Hayawaan. Bisa juga juga disebut terjemah dengan modifikasi 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s