Artikel
Comment 1

Belajar al quran itu indah buat anak anak , kenapa harus saklek ? 

  
Belajar Al-quran itu Indah 
Banyak pilihan sekolah diluar sana. 

Dengan berbagai keunggulannya.

Saya pun tak kalah mencoba membangun sekolah.

Masih belajar

Masih terlalu muda usia lembaga

Masih dan terus membangun
Dalam berbagai forum dan kesempatan, sering bertemu banyak guru dan orangtua.

Mulai dari yang resah akan prestasi anak hingga guru yang tak kalah galau dg tuntuan akademik.
Beruntunglah sy diberi kesempatan mengelola TAMAN KANAK-KANAK

Yaah sebuah taman yang indah ,, paling indah katanya. 

Tempat bermain 

Tempat menumbuhkan karakternya, ideal bukan?
Tapi sungguh dihati terdalam sy sering resah benarkah yang kita bangun adalah sebuah taman yang akan mengantarkan anak-anak ini menuju kesiapan mental, sosial emosional utk memasuki pintu sekolah selanjutnya.

Untuk itu sy tak pernah melepaskan lembaga berjalan tanpa pengawasan dan monitoring serta evaluasi.
Anak tetaplah anak anak… Dunianya bermain.

Maka jika ada anak anak kelas 1 SD berlari lari saat yang lain duduk manis dikelas,, tak mengapa.

Toh mereka sedang menunggu giliran gurunya membimbing temannya mengaji misalkan, atau setor hafalan. 

Lalu guru kelas ini seketika ditegur oleh rekan kerjanya “ustz,,,lihat anakmu itu loh lari lari, coba ya tolong dievaluasi kelasnya”.

Begitu kira kira gambaran jika ada anak yang berkeliaran maka label yg didapat “guru belum disiplin”.
Subhanallah,, mengapa anak anak dibunuh karakternya. Bukankah anak kelas 1 SD tidak ada bedanya dengan anak TK?

Kalaupun beda usia paling terpaut 1th,, mereka baru transisi dari sebuah taman ke bangku sekolah.

Bukankah salah 1 karakter anak adalah bergerak,,,?

Jika yang disebut BELAJAR harus rapi, duduk manis dan tertib maka wassalam. Tidak ada lagi keasikan dan keceriaan disana. 
Mungkin kita lupa terminologi BELAJAR :

Saat anak mendengar ia Belajar 

Saat anak nelihat ia Belajar

Saat anak memperhatikan ia Belajar

Belajar adalah proses, perlu dinikmati.

Masing2 juga ada tahapannya
Mengapa sy corat coret soal ini? 

Sy baru belajar menjadi guru ngaji. Selama ini mengamati saja dan ingin berbagi terutama soal belajar Al-qur’an. Mengenalkan anak membaca Al-quran haruslah tetap mengedepankan kenyamanan , gunakan metode yang pas bagi anak.
Membaca Alquran bukanlah pemaksaan kognitif, karena Al-quran adlah bahasa. Bahasa merupakan keterampilan. 

Jelas bedanya?

Keterampilan ibaratnya belajar sepeda.

Saat mengajarkan anak bersepeda apakah kita menjelaskan dengan detail segala fungsi bagian2 sepeda.

“Adek,,, tempat yang kamu dudukin ini namanya sadel terbuat dari bla…bla…”
“Nah, yang kamu pegang ini namanya stang gunanya untuk titik.,.titik.,,,”
Tentu saja tidak begitu.

Itulah keterampilan, dan biasanya sekali bisa bersepeda maka selamanya akan bisa. 
Namun, alangkah sayangnya bila dalam belajar membaca Al-quran kita meninggalkan terminologi belajar. Terjadi pemaksaan, terjadi suasana horor dimana anak harus fasih dan tepat bisa…jika ada 1 huruf saja yg belum lancar maka hukumnya haram untuk dilanjutkan. 

Maaf kalau agak keras,, tp memang seperti itu yang terjadi.
Metode metode yang digunakan selama ini saklek,, kaku dan harus runtut dari awal-akhir, dari atas-bawah dari alif-ya. Mengapa tak boleh sedikitpun anak salah?

Kalau belum lancar bacanya ga boleh naik baca Al-quran biariiin di iqro aja misalnya. 
“Bagi yang membaca Al-quran namun dia belum tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR Al-Bukhari)
Jelas bukan, bahwa pahala dlm belajar itu ditambah. 

Mari budayakan cinta Qur’an sejak dini
Bismillah 

Target khatam al’quran lulus TK
Bunda Eva PRIME KIDZ
#Utrujah #Cinta_Qur’an #Terminologi_Belajar #Self_reminder #Pendidikan_anak_usia_Din

This entry was posted in: Artikel

1 Comment

  1. Pingback: Fun quran for teacher And mothers  |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s