Artikel
Leave a Comment

Istighfar : kurikulum Aklaq pertama untuk anak anak 

  
Mengapa kita harus bertaubat dan beristighfar ?
Ketika kita bicara taubat dan/ atau istighfar, biasanya kita kaitkan dengan perbuatan dosa.

Dengan kata lain, jika ga berbuat dosa, maka ga perlu taubat dan beristighfar.

Sehingga kadang ada yg tersinggung ketika ada yg mengatakan “perbanyak istighfar… bertaubatlah kpd Allah”, sementara ia merasa tidak melakukan perbuatan dosa.

Padahal, taubat dan istighfar tidak harus berkaitan dengan perbuatan dosa.

Bahkan perintah utk bertaubat dan beristighfar justru ditujukan kepada orang2 yg beriman, bukan kpd org2 yg berdosa.
Mari kita perhatikan ayat2 berikut :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا 
Hai org2 yg beriman, bertaubatlah kpd Allah dg taubatan nasuha…. (at Tahrim ayat 8)
ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dan bertaubatlah kalian semua wahai org2 yg beriman, supaya kalian beruntung (an Nur ayat 31)
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun (beristighfar) kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An Nashr ayat 3)

MENGAPA HARUS BERTAUBAT/BERISTIGHFAR? 
1. Karena itu perintah Allah, sebagaimana yg disebutkan dalam ayat2 postingan diatas. 👆🏼👆🏼

2. Karena Rasulullah mencontohkan dan memerintahkan kita —umatnya — utk senantiasa bertaubat dan beristighfar..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)
Bagi orang2 yg gemar beristighfar, Rasulullah saw memberkan kabar gembira sebagaimana hadits berikut :
مَنْ أَكْثَرَاْلاِسْتِغْفَارَجَعَلَ اللهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ.
Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan kelapangan untuk setiap kesedihannya/kegalauannya, dan Jalan keluar (solusi) untuk setiap kesempitannya dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak, 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy Al-Musnad, 4/55)

Semoga Allah merahmati kita dengan rahmat yang seluas-luasnya…!

So….Perbanyak taubat dan istighfar yuuk…
Wallahu a’lam 

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s