Artikel
Leave a Comment

Jadilah produsen kebaikan 

  

Renungan Pagi:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

(Al Qashshas: 77)
Kejar akhirat dengan amal ibadahmu, tapi jangan lupakan dunia dengan muamalahmu. Berapa banyak amal ibadah bisa hancur karena muamalah yg rusak.
Sebaik2 muamalah adalah menjadi pelaku kebaikan yang bukan kebaikan untuk diri sendiri. Tapi menjadi pelaku kebaikan yg kebaikannya dinikmati dan dirasakan orang lain. Apalagi sekedar menjadi konsumen kebaikan.
Saudaraku, jadilah produsen kebaikan untuk dirimu dan orang lain. Jangan hanya lihat dirimu…

Jangan hanya perhatikan dirimu…

Lihat sekelilingmu….

Banyak orang menanti kebaikanmu…

Menanti dididik…

Dicerdaskan…

Dibebaskan dari kebodohan thd agama…

Diberdayakan ekonominya…

Diperhatikan kesulitannya…

Dibersamai hidupnya….

Ikut menangis saat mereka menderita…

Ikut senang saat mereka bahagia…
Saudaraku….

Berhentilah sekedar berdoa untuk dirimu…

Berhentilah sekedar berharap pertolongan untuk dirimu….

Berhentilah sekedar memperhatikan hidupmu…
Doakanlah ummat ini…

Tolong ummat ini…

Perhatikan hidup mereka…

Adakah dirimu diantara mereka?

Apakah dirimu teralienasi dari ummatmu?

Atau malah mengalienasi diri?
Cukuplah Ibrahim as menjadi teladan, saat ia berdoa pada Tuhannya
وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ
dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
Menjadi orang mulia itu, adalah dengan mendoakan orang lain terutama orang tuanya. 

Maka perbanyaklah mendoakan orang yang telah memuliakan kita. 

Perbanyaklah mendoakan ummat ini.
وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
Jika tak ingin dihinakan, maka muliakan ummat ini. Muliakan ummat ini dengan ilmu, dengan harga diri dan kemandirian.

Saat kau muliakan ummat ini, maka mulialah dirimu.
Atau saat Ibrahim as berkata pada Tuhannya:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
Manusia mulia adalah mereka yang selalu menyebut ummatnya dalam setiap doanya….

Selalu berharap dan berupaya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya, bukan dirinya sendiri…
Saudaraku….

Jadilah Produsen Kebaikan, untuk ummat ini… 

#copas dg sedikit penyesuaian

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s