Artikel
Leave a Comment

Lalu, Dengan apa Kita Akan buktikan Bahwa Kita Ini islam ? 

Jazakumulloh untuk penulis asli artikel Ini . Semoga kami Bisa memanjangkan Amal Jariyah Ini . 

Antara  Dia dan Kita

 

Lelaki renta itu, dengan  kehalusan hatinya ingin ber-Islam menjadi  sebab turunnya ayat.

‘Abasa watawalla’, Rasul pun ditegur Allah karenanya. Seorang  miskin lagi buta, bukan  berarti tak lebih utama Dari  para pemuka negara

 Lelaki renta itu, pernah minta keringanan untuk tidak ikut sholat berjamaah di masjid karena  dia buta , karena  dia sebatang kara, karena  masjid jauh sekali dari rumahnya

tapi tanya Rasul, “Apakah engkau masih mendengar adzan?” Saat  dijawabnya masih, maka kata Rasul, “Kalau begitu, berangkatlah” Lalu , tunduk patuh ia pada perintah , sekalipun  tak pernah ia sanggah tiap  sholat lima waktu sholat berjamaah Meski  fajar masih pekat dan jarak masjid tak dekat, ia  meraba-raba dalam gelap hingga  suatu saat, kakinya tersandung bongkahan batu , badannya  terjerembab jatuh, mukanya  tersungkur di runcingnya batu berdarah -darah…

setelahnya, Selalu  datang seorang lelaki menuntunnya  dengan ramah, pergi  dan pulang sholat berjamaah setiap  hari, setiap lima waktu, hingga  suatu saat lelaki  tua ingin sekali tahu Siapa  gerangan lelaki penolongnya itu karena  ingin ia doakan atas  kebajikannya selama ini, tapi  kata lelaki muda “Jangan sekali-kali kau doakan aku dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku karena  aku adalah iblis” sontak  lelaki renta itu terkejut,

“Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan  dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?” 

Iblis   menjawab, “Ingatkah dulu saat kau hendak sholat subuh berjamaah, Kai  tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?

Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwa  Allah telah mengampuni setengah dosamu. Aku takut kalau engkau tersandung lagi, Lalu  Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain. Maka  aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang.”

 Lalu , saat tubuh itu merenta Makin  menua dimakan usia datang  seruan perang Qaddisiyah. Sang khalifah Umar mengumpulkan segenap lelaki Dari  seluruh penjuru negri terseliplah  ia, berbaris bersama ingin  sekali ikut berperang di medan laga Demi  cita-cita mulia. Khalifah  Umar melarangnya, bagaimana  seorang buta lagi renta, akan ikut berperang? Bagaimana  jika dia langsung celaka terkena tombak? Atau  justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali sesiapa? Tapi , lelaki tua itu bersikukuh, “Tempatkan aku di antara dua pasukan yang berperang. Aku akan membawa panji kemenangan. Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian. Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari”

Khalifah, tak lagi mampu menghalangi. Lalu  semuanya, berangkatlah , lelaki  tua itu ingin menepati janjinya dengan  baju besi yang dikenakannya dan bendera besar yang dibawanya. Dia  berjanji akan mengibarkannya senantiasa, Atau  mati terkapar di sampingnya lewat  pertempuran Qaddisiyah Persia yang congak pun kalah tapi kemengangan itu tak murah, dibayar  dengan nyawa ratusan syuhada, terseliplah  di antara mereka , jenazah lelaki tua yang  berlumuran darah sambil  memeluk erat sebuah bendera sungguh , dia telah menepati janjinya

 wahai lelaki mulia,

sesak dadaku membaca kisah hidupmu , menyungai sudut mataku mengenangmu, engkau  buta, sebatangkara dan renta, tapi  itu tak membuatmu pasrah dan diam, Meski  udzur telah membolehkanmu. Untuk  tak kemana-mana, di rumah saja

 Lalu , bagaimana dengan diriku ini? Aku  masih muda, Aku  bukan fuqara, Aku  tak buta jua  tak sebatangkara, tapi  kenapa, sering kali  sekali ada alasan mendera untuk  tak bersegera?

 Lelaki  sepertimu, dengan  segala keterbatasan terus  mencari-cari alasan agar mampu mengambil peran sedang  aku, kita dengan  segala kemudahan, sering  mencari-cari alasan agar boleh tak ikut berperan

Lalu, dengan apa akan kita buktikan bahwa kita ini Islam?

Belajar darinya, Abdullah bin Ummi Maktum… 

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s