Artikel
Leave a Comment

Serunya Anak Anak Ngaji di Rumah Tahfidz Teladan

image

Catatan ringan Avicenna, S.Psi.
musyrifah bidang kurikulum Rumah Tanfidz Teladan
………………………………………………………

Share dikit ya… 😁

Pada mulanya melihat balita yg menyetorkan hafalan qur’an adalah sesuatu yg bisa sy lihat di TV.

Pada kenyataannya ternyata luar biasa…
Anak anak itu blm bs membaca tapi daya ingatnya menakjubkan. Contohnya si Hajar (4th) anak ini sdh hafal juz 30 n surat al baqarah sekitar 3 lembar, kalo anak anak lain menyetor hafalan juz 29 terkadang dia bisa menyambung. Walaupun utk belajar membaca dia baru jilid 2 Qiroaty. Hmmm….
Orang tua memang mempunyai peran yang sangat penting dlm perkembangan kedekatan dg Al Qur’an. Kita belajar mnjadi orang tua sholih sblm meminta anak sholih/ah.

Hal lain yg membuatku iri adalah semangat dan perkembangan mereka dlm belajar. Di rumah tahfidz ini di bagi menjadi dua kelas. Pertama kelas tilawah dan kedua kelas hafalan.

Anak-anak di kelas tilawah dibiasakan untuk berbetah betah duduk mengaji.  Target awal mereka bisa mengaji minimal 10 halaman setiap hari setelah istiqomah sepekan d tambah lagi targetnya jadi minimal 15 halaman sampai mereka terbiasa 1 juz sehari ato 20 halaman. Kemudian mereka naik ke kelas hafalan, tilawah tetap satu juz ditambah hafalan baru tiap subuh dan mengulang hafalan d sore hari. Begitu terus sehari-harinya kecuali sabtu-ahad.
Anak-anak ini sekolah juga tiap harinya dari jam 7.00-15.30 belum kalo ada les, tugas kelompok, ekstrakulikuler, dsb.

Herannya tenaga mereka memang luar biasa, setelah pulang sekolah mereka masih sempet main sepeda, lari-lari, kejar-kejaran sebelum mereka akhirnya mandi, dan duduk rapi mengaji. Harus memanggil-manggil nama mereka dengan keras buat ngingetin kalo ustadzah udah dtg, kamar mandi kosong, makan snack sore. Semua perjuangan buat nguber-nguber itu terbayar lunas kita anak anak rebutan antri untuk setoran sampai menjelang maghrib. Sebelum maghrib semua sudah makan malam dan di masjid sampai sholat isya’ untuk mengaji lagi.

Ada salah satu anak namanya Qonita (3 SD), ia selama sepekan ini udah biasa mengaji di atas 10 halaman. Lalu ditantanglah ia untuk menambah lagi jumlah bacaannya..

A: Qonita, hari ini udh ngaji brp halaman?
Q: Tadi subuh 6 di sekolah 3 sore 3 jadi 12 halaman ammah..
A: waah..ayo di tambah lagi sampai 20 ya! 🙂
Q: jadi krg brp? (sambil menghitung) delapan ya ammah? jadi maghrib nanti 8 ya?
A: iya… dicoba ya…
(saat maghrib)
Q: ammah krg 2 halaman lagi niih.. ( dg muka bersemangat)
A: senyum (sambil nyimak yg lain)
Q: ammah ammah aku disimak lagi dooong…
A: Ya bentar ya..antri…
Q: Ammah ammah udah 20 halaman,… !!! aku ngaji lagi yaa..(muka gembira)
A: yaaa…..
dan sampai adzan isya’ akhirnya ia menyelesaikan 22 halaman..

Alhamdulillah duduk subuh sampai jam setengah 6 tadi dia sudah berhasil menyelesaikan 16 halaman. Jangan salah sangka ya, ia membacanya gak lirih lho… cukup dapat didengar oleh orang di sebelahnya… 🙂

Yuk kita jangan sampe kalah sama yang muda-muda…

Memang gak semua anak bisa seperti itu, tapi semangat belajarnya bisa kita tiru…
Siapa lagi kalo bkn diri kita yang bs mengubah diri kita sendiri menjadi lebih baik. 😄

Jum’at Semangat!!! ☺

This entry was posted in: Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s